Pondok pesantren Miftahus Sudur, merupakan pondok pesantren yang berbaur di masyarakat dan mengabdi kepada masyarakat, dengan bekal ilmu dan amal ibadah, semuanya di turunkan langsung kepada masyarakat dalam berdakwah.
Bagaiaman bisa terjadi, semua santri selain dibekali amaliyah khusus , mereka turut berpatisipasi pula dalam penyiaran agama islam melalui dakwahnya, para penggeraknya bukan saja para al usdtadz maupun jama'ah yang terkait , para guru dan tokoh agama ternama saja, selain itu para santripun begitu juga, bukan sebagai santri yang belajar saja yang fokus dalam keilmuan dan mentela'ah keilmuan yang pada ruangan saja, akan tetapi di ajarkan juga bagaimana cara bermasyarakat, dan berkeluarga bersama tetangga sekitar maupun tetangga nan jauh.
Selain itu, mereka di ajarkan bagaimana membentuk kemandirian dari dirinya, membuang egoisme dan nafsu untuk menjadi pemimpin yang tidak pamrih saat memberi manfaat.
Dididik mulai dari berdagang, membangun kebutuhan sehari-hari, melakukan kegiatan ibu rumah tangga, dilatih bekerja sama, di ajarkan beraksistektur dalam memperindah apapun, baik terkait sebagai tukang bangunan maupun arsitektur lainnya.
Selain itu juga mereka diberikan arahan agar selalu bersama dan berpikir positif dalam segala hal, penanaman upaya untuk menjauhi persengketaan saudara mapun lingkungan dan menanamkan apabila terjadi suatu permasalahan, maka permasalahan tersebut melainkan hanya KESALAH PAHAMAN SEMATA, mentela'ah kejadian untuk pengalaman dan menetralkan emosi dalam bentuk apapun.
Selain itu juga para santri dilatih menjadi seorang insan yang lembut, sebagai seorang yang mampu ahli dalam beribadah dan mampu dalam ahli membersihkan hati dan pola pikirnya.
Memang dalam pelatihan sangat berat, akan tetapi mereka masih mau dalam turut partisipasi di sebuah ruang kegiatan tersebut, Alasannya simpel saja MENYELAMATKAN KELUARGA DAN UMAT UNTUK KENAL ALLAH DAN ROSULULLAH SAW.
Selain itu, bukan saja mereka di bekali ilmu moderen dan klasik, baik dari kitab kuning, kitab putih, kitab abdzad ilmiah, akan tetapi ilmu yang modern sekarangpun di bekalkan , diantaranya melalui perkuliahan, melalui organisasi, melalui kebahasaan, teknologi informasi, bahkan keranah masryakatpun di berikan arahan.
Apabila kegiatan berjalan, mereka dari pukul 02.00 wib, sudah saling berebut kamar mandi dan saling berlomba membangunkan, setelah itu mereka melakukan kegiatan sholat malam, ada yang berjama'ah dan ada yang masing-masing, tidak lupa pula dari jam tersebut ada yang menambah sholat sunnah ,baik sholat tasbih, taubat, sholat multak, sholat witir.
Selain itu ada juga yang ramai membaca beberapa hizib maupun ratib, yang paling unggul adalah membaca dzikir dzhar, sering terdengar sampai tidak putusnya dari malam sampai di pagi harinya.
Hal tersebut pernah pula di lakukan bersama al ustd dan guru, serta pengemban amanah dzikir TQN Suryalaya, di sana beliau langsung terjun memberikan bimbingan, usai sholat tahajud, kalimat LAILLAHAILALLAH terdengar dari malam sampai isroq, dzikir tersebut tidak terputus, selalu menyambung setelah jeda hal lain.
Usai subuh, senantiasa melaksanakan khotaman bersama setelah melaksanakan dzikir yang semestinya, jika matahari mulai terbit, merekapun menghentikan dzikirnya dan melaksanakan sholat sunnah, diantaranya, SHOLAT SUNNAH ISROQ, ISTIADAH DAN ISTIQOROH, setelah itu mereka bergotong royong untuk membersihkan pondok majlis, di sisi lain ,bisa pula mereka mengadakan tadarus bersama dan hafalan didalam mushola nan mungil dan kecil itu.
Saat matahari mulai bersinar, tidak lupa mereka mengerjakan sholat dhuha dan sholat kifaratul bauli, beberapa raka'at yang mereka senangi, usai tersebut,ada yang membaca al qur'an ,sholawat, dan amaliyah yang lainnya, atau juga pergi keluar untuk melaksanakan kuliah yang ada.
Mereka selalu di latih sholat sunah sebelum dan sesudah sholat, setelah itu, pendidikan imam mengimami selalu berganti dan berjadwal, bahkan sampai menjadi pemimpin dzikirpun pasti berjadwal.
Menempuh senja merek Bersiap melaksanakan sholat magrib, usai melakukan kegiatan sholat semestinya baik yang fardhu maupun yang sunnah, tidak lupa juga mereka membina para mualaf dan mengajar al qur'an kepada anak-anak dan tetangga setempat sampai waktu menjelang isya, usai sholat isya mereka melanjutkan dua raka'at sholat sunnah dif'il bala, begitulah kegiatan setiap harinya yang di benahi.
Pernah pula beberapa waktu jama'ah menginap dipondok tersebut, bahkan melakukan diskusi bersama, baik dari santri, jama'ah maupun tokoh agama, bahkan diskusi sering kali sampai larut malam, lebih kuat diskusi keagama'an maupun rentang kehidupan.
Dan anehnya lagi, mata selalu melek, jika malam menjelang, semua selalu bertukar keilmuan dan pengalaman, bahkan seorang guru maupun ustd sekalipun selalu bertukar wawasan keilmuan.
Begitulah kegiatan yang telah dilaksanakan, dan masih banyak lagi kegiatan yang dilakukan selain dari pada hal tersebut, al hasil pondok dzikir yang masih muda ini merupakan sebagai ajang pencetak generasi insan yang hakiki, yang dimana selalu belajar dan bersama dalam berlomba menuju kebaikan.
Catatan kecil : El Faqih
Tidak ada komentar:
Posting Komentar