Memahami situasi untuk kebaikan merupakan jalan kita dalam memberikan manfaat untuk orang lain.
Setelah itu bagaimana jika sudah berada di forum yang selalu menjalin silaturahmi dan saling memberikan keindahan dalam menasehati dan memberikan semangat.
Diantaranya, memberikan arah jalan keilmuan yang baik, menanamkan pola pikir yang positif, memberikan pengalaman dan keilmuan yang berguna dan bermanfaat yang berdampak untuk memproses merubah pribadi, pola pikir dan bahkan jalan kehiduapan sendiri, memikirkan apa yang di tindak itu sudah baik dan memberikan pengabdian kepada kehidupan kita dan orang lain, saling menanamkan prasaan menghargai dan menanggapi suatu yang bermanfaat, demi kerukunan dan kedamaian.
Perlulah apa yang kita lakukan kita teliti maupun analisis terlebih dahulu, kita semakin hari semakin dewasa atas umurnya, maka pola pikirpun dan penjiwaanpun perlu dilatih sedemikian rupa.
Kita sudah diberikan dzikir khusus dan amanah yang besar, tinggal kita mau bagaimana menanggapinya, jadikanlah amalan khusus tersebut membuahkan kpribadian, pikiran dan perasaan, kaitkan semuanya denga argument allah swt, jangan kita jadikan alasan jika kesalahan beragument kepada allah swt, itu hanya penipuan pemikiran dan nafsu saja, untuk menggambar-gambar agar kita dapat berjalan di atas kebenaran, padahal faktanya kita bukan menjadi pribadi yang hakiki, malah kita seolah menentang akan kebenaran, tidak lain dan bukan hanya hasutan pikiran yang kusut dan mengambang.
Tidak lain dan tidak bukan, hanya membuat suasana yang tadinya sudah baik menjadi menurun karena krater satu insan, kehidupan bukan hanya untuk ajang cari sensasi, tapi merupakan perjuangan dalam perjalanan.
Baru sedikit saja kita di berikan ujian, sempoyongan dan gundah, banyak ulah lagi, apakah kita lupa bahwa kita memang sudah di berikan kebaikan dari allah swt untuk proses perlatihan pendewasaan kita, kalo tidak begitu , ya bisa jadi kapan sadarnya.
Maka tanamkan benar atas dzikir , bukan ajang hanya mencari ini loh saya termasuk orang yang memiliki perguruan dzikir yang sudah besar, tapi faktanya sifat masih mengambang dalam kejahilan yang di berantas oleh diri sendiri, dan buahnya pun hanya dongeng belaka.
Maka pikirkan jika kita ingin bermanfaat, maka berilah manfaat orang lain, bukan untuk yang membuat perkaraya yang tersiakan.
Catatan kecil: el Faqih
Tidak ada komentar:
Posting Komentar